kromosom XXY : INTERSEKSUAL

October 25th, 2008

TINJAUAN SOSIO-PSIKOLOGIS TERHADAP KELAMIN PERKEMBANGAN SEKSUAL

Apakah yang dimaksud dengan ambiguitas genetalia / seksual / interseks ?

Orang normal pada umumnya memiliki 46 buah atau 23 pasang kromosom jika bukan XX maka XY. Kromosom XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Tetapi ada juga orang yang memiliki kromosom XXY. Dalam sebuah film produksi Argentina yang berjudul XXY telah diceritakan bahwa seseorang yang memiliki 2 alat kelamin atau mengalami ambiguitas seksual / ambiguitas genetalia. Seseorang yang memiliki kromosom XXY berarti ia mengalami interseksual dimana dia mengalami kebingungan apakah dia seorang laki-laki ataukah perempuan. Namun kebingungan mereka berbeda dengan transeksual karena memang penderita interseksual memiliki 2 alat kelamin yang berkembang tidak sempurna. Hal ini sangat mempengaruhi psikologis penderitanya, misalnya mereka lebih mudah cemas, stress, dan akhirnya mengkonsumsi obat penenang atau semacam obat anti depresan untuk menenangkan jiwanya. Faktor yang mempengaruhi psikologisnya antara lain tingkah laku mereka, lingkungan budaya, dan faktor lainnya.

Dalam pediatric psychology dijelaskan bahwa interseksual dapat didiagnosa dari kecil. Kemungkinan seseorang mengalami interseksual dapat dideteksi ketika 2 bulan sebelum bayi dilahirkan. Dan semasa hamilpun kelainan ini sudah dapat dilihat melalui serangkaian tes diagnosa. Hal ini bisa dilakukan karena pada usia kandungan 7-10 minggu kandungan sudah ada hormon kelamin, tinggal dilihat seberapa banyak jumlah hormon androgen yang dimiliki bayi. Ketika memasuki usia kandungan 9-14 minggu kandungan, bentuk alat kelamin mulai terlihat jelas.

Hormon androgen yang dilihat bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hormon maskulinitas di dalam tubuh bayi. Dan hal ini yang dapat dijadikan perkiraan mengenai adanya kelamin ganda pada tubuh bayi.

Interseksual sendiri sebenarnya disebabkan karena adanya pembelahan yang tidak sempurna pada alat kelamin. Kemudian setelah bayi dilahirkan seolah-olah ia tidak memiliki penis padahal ia memiliki penis yang tertutup oleh selaput. Kasus ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Hanya saja sejauh ini kasus interseksual banyak terjadi pada laki-laki (mengoperasi dan memilih menjadi seorang laki-laki).

Kasus interseks ini tidak hanya terjadi di luar negeri saja. Di Indonesia, khusunya di daerah Jawa Tengah terdapat kurang lebih 400 kasus interseksual. Salah satu orang yang berhasil dioperasi alat kelaminnya dan akhirnya menjadi seorang pria adalah Bapak Ardi Sutrisno. Ternyata di dalam keluarga Bapak Ardi ada 6 orang dari 8 orang anak yang mengalami interseksual, dimana semuanya ternyata dinyatakan sebagai pria. Faktor genetik / herediter merupakan penyebab utama interseksual karena salah satu dari orang tuanya adalah carier. Dibutuhkan kesiapan mental dari pihak keluarga dan lingkungan untuk selalu memberikan dukungan kepada penderita interseksual agar ia tetap bisa bertahan dengan keadaannya.

Seperti dalam kasus Bapak Ardi, ia mulai merasa aneh dengan dirinya manakala ketika SMP ia beribadah menggunakan mukena (awalnya ia perempuan). Kemudian hingga SMA ia tidak mendapatkan menstruasi. Sampai suatu saat ia datang ke RS Dr.Kariadi untuk memeriksakan dirinya kepada dokter dan psikolog. Sampai akhirnya diketahui bahwa ia harus memutuskan untuk operasi alat kelamin. Operasi ia lakukan ketika berusia 23 tahun. Saat ini ia sudah menikah dengan seorang perempuan yang juga teman lamanya dan telah dikaruniai seorang anak.

Operasi penentuan alat kelamin biasanya dilakukan ketika seseorang berusia remaja dan dewasa awal, sekitar usia belasan. Karena operasi ini harus melalui observasi tingkah laku sehari-hari penderitanya. Dari pengamatan tingkah laku, sifat, lingkungan, dapat diketahui kecenderungan mana yang terbesar untuk penderita melakukan operasi sebagai laki-laki atau perempuan.

Untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan dan apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami interseksual atau berkelamin ganda dan apakah ada teori-teori khusus mengenai interseksual, maka di bawah ini akan dipaparkan informasi mengenai interseksual. Informasi yang ada dikutip dari kuliah umum yang disampaikan oleh Prof.Saskia W. dan Arianne Dessen, PhD, clin psych.

Essentialism versus constructivism

By : Prof. Saskia Wieringa

German sexologist

  • fight against Prussian penal code (sodomy crime)

  • inversion innate-third or intermediate sex

  • Karl Heinrich Ulrich dan Magnus Hirschfeld (Humanitarian Scientific)

Aliran-aliran Jerman Sexologis

Essentialism versus Constructivism

  • Sodomy is a crime (di Jerman sodomi dianggap sebagai tindak kejahatan)

  • Inversion innate third or intermediate sex (di Jerman mengakui bahwa adanya hubungan seks sesama jenis yaitu laki-laki dan laki-laki sebagai seks ketiga setelah heteroseksual dan lesbian)

British

  • Aliran feminis yang kuat memperjuangkan hak-hak wanita baik secara fisik dan seksual atas control of her body.

  • Menurut Wolstnhole Elmi perempuan adalah hamba seks (slavery of sex), tetapi sebenarnya bukan.

Havelock Ellis (pendiri seksologi)

  • Istrinya seorang feminis yang lesbian.

  • Meneliti tentang penolakan wanita terhadap hakikatnya sebagai perempuan (natural material function)

  • Restore “art of love”

  • Men natural hunter (pria suka memburu wanita), woman natural preys (wanita suka diburu)

Havelock Ellis II

  • Heteroseksual itu natural

  • Penindasan perempuan berasal dari tubuhnya karena perempuan merasa senang diburu.

  • Sex Manuals merupakan karya Ellis yang populer

  • Perempuan dididik untuk menjadi pasif (Coitus)

  • Ketidakharmonisan seksual disebabkan karena marital discourt (perselisihan yang terjadi dalam pernikahan) dan social harmony spectre of lesbian.

  • inti ajarannya dalam istilah Indonesia adalah “main buru-buruan”

  • founder of the scientific study of sexuality

  • want to free women from Victorian repression

  • concerned woman reject their “natural” maternal function

  • restore “art of love”

  • men “natural Lunters”

  • “women natural preys”

  • Naturalizes homosexuality

  • Eroticizes women’s masochism (perempuan adalah hamba laki-laki, penindasan dianggap natural)

  • Seeks biomedical “proof”

  • Biological determinism

  • Inti ajarannya : penindasan terhadap perempuan secara seksual dan sosial berasal dari tubuhya, perempuan senang diburu dan ditangkap.

Krafft Ebbing

  • Pada tahun 1886, Ebbing menerbitkan buku Psychopatia Sexualis yang terdiri dari 17 edisi. Buku ini berisi tentang penyakit seksual.

  • Dalam bukunya dia menjelaskan bahwa homoseksualitas (yang termasuk dalam DSM-II) tidak harus dipenjarakan melainkan bisa disembuhkan (medicatisation).

Essentialism

  • Sex is natural (drive and innate) yang dipelajari di medicobilogical discourse.

  • Natural division between woman and men (laki-laki lebih agresif daripada wanita)

  • Hidrolic model

  • Mencari penyebab kelainan seksualitas

  • Seksualitas dilihat sebagai pusat dari self (yang paling penting di tubuh)

  • sex is natural (drive, innate) to be studied in a medicalbiological discourse

  • unchanging, invariant

  • “natural” divisions between women and man

  • Male aggression and superiority and women’s subordination are “natural”

  • Hydraulic model

  • Stigmatizing and pathologizing sexual divercity (transsexual, inetrsex)

  • Search for “causes” of sexual behaviour

  • heteromalizing

In Indonesia :

- belly buttons

- dress codes

- criminal code

- anti porno action

- etc

Inti dari ajaran-ajaran ini adalah bahwa gender dan sexualitas bersifat continuum, bisa berubah.

Kritik terhadap aliran-aliran Sexologi Jerman

Feminism

  • Menurut Behavior woman is made not born

  • Menurut Wittig: woman is not, only lesbian is a real woman.

LG etc Movt.

  • Homoseksual dan variasi gender bukanlah penyakit

  • Gay dilegalkan

  • Mereka menolak penelitian yang mencari penyebab kelainan seksualitas

  • Poststructuralism

  • Foucoul: tidak bisa pikirkan seksualitas sebagai suatu yang normal tapi bisa membahas dalam wacana tertentu dalam masyarakat dan lain-lain.

Poststructuralism

- foucous : sexuality located within specific discourses

- power knowledge

- reject the Victorian repression model

- problem : androsentrism

- sexual agency : rebellion

- social innovation




One Response to “kromosom XXY : INTERSEKSUAL”

  1.   Casino 4903e19328 on October 26, 2008 1:58 am

    Casino 4903e19328…

    Casino 4903e19328…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind